Media pembelajaran Bimbel STAN

Bimbel STAN
Bimbel STAN

Media pembelajaran Bimbel STAN. Pembelajaran pada dunia kampus berbeda dengan dunia sekolah. Mencermati perbedaanya tidak boleh memakai kacamata kuda. Konsep pembelajaran STAN menggunakan model perkuliahan. Dosen berperan sebagai staff pengajar pada mata kuliah tertentu. Dan mahasiswa harus belajar mandiri untuk mencapai sukses.

Mahasiswa STAN harus lebih pro-aktif untuk menggali ilmu pengetahuan. Pengajar tenaga akuntansi negara hadir memberikan solusi pembelajaran. Pembelajaran interaktif dan atraktif muncul ke permukaan sebagai solutif. Mahasiswa bisa mengerti metode pengajaran dosen sepenuhnya. Perlu perjuangan keras dan cerdas untuk meraih hasil semaksimal mungkin.

Bimbel STAN
Bimbel STAN

Media Pembelajaran sebagai Konsep Pengajaran

Media perkuliahan terlihat menarik melalui konsep interaktif. Mengurangi kejenuhan dengan metode dua arah sehingga terjadi interaksi. Mencari dan menggali ilmu pengetahuan pada Bimbel STAN bukan hal mudah. Dosen mengajar mata kuliah secara garis besar pada bidangnya. Sementara para mahasiswa menggali ilmu pengetahuan lebih banyak lagi. Fasilitas perkuliahan juga perlu ditingkatkan seiring dengan melesatnya mutu.

Dunia kampus STAN bersifat kritis terhadap pembangunan mahasiwa. Pembangunan yang memanusiakan manusia menjadi manusia. Karakter yang berwawasan luas dan berpikir ke depan. Berikut ini disajikan komponen media pembelajaran sebagai konsep pengajaran, yakni: fasilitas pendidikan, kompetensi pengajar, dan metode belajar mahasiswa aktif.

 Fasilitas pendidikan di bimbel STAN

Peningkatan fasilitas pada Bimbel STAN merupakan hal yang mutlak. Persoalannya bukan sekedar biaya kuliah yang dibayar para mahasiswa. Melainkan kualitas karakter dan pembangunan manusia harus terlihat tumbuh. Tumbuh bukan hanya menjadi sarjana dengan gelar saja. Tapi menghasilkan mutu manusia yang bisa menjawab persoalan.

Fasilitas pendidikan meliputi perpustakaan, buku ilmiah, dan masih banyak lagi. Berharap para mahasiswa bisa mendayagunakan dan memaksimalkannya. Akses terhadap kegiatan ilmiah dibuka seluas–luasnya. Pertanyaannya, apakah para mahasiswa bisa memanfaatkannya secara efektif dan efisien ? Perspektif tersebut kembali kepada jati diri yang bersangkutan.

Kompetensi pengajar

Kapasitas dosen sebagai pengajar harus memiliki kompetensi lebih dari cukup. Dosen juga harus melanjutkan pendidikannya hingga jenjang doktor (S3). Selain itu rangkaian menulis, meneliti, dan pengabdian kemasyarakatan juga perlu diikuti. Konsisten dan komitmen menjalankan amanat Bimbel STAN secara penuh. Potensi kompetensi pada bidangnya semakin terjaga dan terasah kualitasnya.

Menjalankan kompetensi pada satu atau dua bidang tertentu bukan perkara mudah. Dosen harus berkonsentrasi penuh dan tidak boleh bercabang dalam berpikir. Tentunya dosen tersebut harus memilih mata kuliah yang menjadi minatnya. Peminatan mata kuliah yang dosen tersebut pilih tidak perlu banyak asalkan 100% berkonsentrasi penuh.

Metode belajar bimbel STAN mahasiswa aktif

Menjadi mahasiswa itu tidak sulit asalkan mau mengikuti regulasi. Regulasi akademik yang berdasarkan ketetapan Bimbel STAN. Mahasiswa lebih aktif baik pada saat dosen mengajar atau dosen berhalangan. Patut dicermati bahwa kuliah itu bukan hanya mencari nilai saja.

Metode belajar mahasiswa tidak lagi terlihat pasif melainkan aktif. Dengan begitu, maka potensi mahasiswa untuk belajar berkembang dengan sendirinya. Pengajar tidak lagi mengajarkan materi kuliah sebesar 100% di kelas. Biasanya isi materi kuliah yang diajarkan sebesar 30%-40%. Selebihnya, dituntut keaktifan para mahasiswa untuk menggalinya. Maka karena itu, hal ini akan membantu mahasiswa menjadi sosok yang mandiri dan dapat berinovasi.

Media pembelajaran Bimbel STAN wajib memiliki 3 (tiga) komponen di atas. Ranah pendidikan merupakan pembangunan karakter manusia. Karakter yang mengubah dan berperan memanusiakan manusia. Menghasilkan sarjana unggul sesuai harapan memang penting. Lebih penting lagi manghasilkan manusia yang bisa menjawab tantangan.